Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-02-06 05:14:02【Resep Pembaca】814 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(23)
Artikel Terkait
- DPRD Banjarmasin desak SPPG tingkatkan higienitas cegah keracunan MBG
- Mendag: Transaksi TEI 2025 capai 22,8 miliar dolar AS
- Perpres Tata Kelola MBG tetapkan larangan masak sebelum pukul 12 malam
- Cegah keracunan MBG, Pemkot Bontang perketat pengawasan izin SLHS
- Menperin sebut manufaktur jadi bukti daya saing menguat
- Mahasiswa UNP berhasil cipngakan tablet kunyah ekstrak rumput banto
- Tim Rescue TNGR bersihkan sampah di tebing curam Gunung Rinjani
- Menko Polkam: Negara kondusif selama setahun kepemimpinan Prabowo
- Pemkab Banyuasin kumpulkan koordinator 34 SPPG evaluasi program MBG
- Hari Pangan Sedunia, Pertamina dan Kemenko Pangan Kolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan
Resep Populer
Rekomendasi

BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi

Aktris Diane Keaton mengidap pneumonia bakterial jelang wafat

Radiasi UV semakin tinggi, ini imbauan BMKG beserta pencegahannya

Menko PM minta Kepala SPPG disiplin untuk cegah penyelewengan

SPPG Sawahlunto awasi ketat proses cuci ompreng MBG secara berlapis

Kemlu upayakan WNI kabur dari sentra online scam Kamboja dipulangkan

Stafsus DKI tegaskan komitmen Pemprov jaga kualitas lingkungan

Menikmati gemerlap cahaya Guangzhou dari kapal di Sungai Mutiara